Teknik Fasilitasi yang Efektif bagi Fasilitator
Keberhasilan pelatihan sangat dipengaruhi kemampuan fasilitator dalam mengarahkan setiap proses kegiatan pelatihan . Prinsip-prinsip dasar pelatihan yang partisipatif tidak lepas dari pendidikan orang dewasa. Salah satu prinsip pendidikan orang dewasa adalah adanya hubungan yang bersifat mendidik, saling membelajarkan antara orang dewasa.
Mengapa perlu menjadi Fasilitator Efektif dalam memfasilitasi pelatihan? Karena fasilitasi efektif akan memberi dampak perubahan, bukan hanya pada pihak yang difasilitasi, tetapi diawali dari diri sendiri. Efektifitas juga memperlihatkan karakter dan kekuatan seorang fasilitator dalam memecahkan masalah, mencari berbagai macam peluang dan membantunya dalam mengembangkan proses belajar terus menerus bagi dirinya dan bagi pihak yang difasilitasi.
Apa yang dimaksud proses fasilitasi dalam pelatihan?
Fasilitasi merupakan upaya memancing, mendorong, memperkuat minat subyek belajar dalam menemukan pengetahuan, ketrampilan, sikap-perilaku guna mengubah diri dan lingkungannya.
Apa saja Peran dan Tanggung jawab fasilitator?
· Yang mendasar harus dilakukan seorang fasilitator adalah proses menghancurkan paham lama bahwa perannya sarat dengan kekuasaan sehingga peserta dianggap tidak memiliki tanggung jawab sama sekali dalam proses belajar. Peran serta fasilitator adalah untuk memperlancar, menyediakan semua sarana yang dibutuhkan peserta dalam proses belajar mereka.
· Jangan menggunakan kekuasaan untuk memuaskan emosi anda sendiri, seperti minta diperhatikan , ingin dianggap sebagai sahabat, apalagi menuntut dihormati. Peran fasilitator adalah membangun dinamika partisipan menjadi lebih hidup dan bermakna.
· Berilah perhatian besar pada peserta yang mulai menunjukkan tanda bersahabat baik secara langsung dan tidak langsung.
· Sangat penting untuk membuat partisipan paham apa yang anda lakukan nantinya dengan mereka , apa saja tujuan mareka, seberapa besar anda berharap bisa mempertemukan harapa anda dan kebutuhan mereka. Salah hak partisipan adalah untuk memastikan bahwa anda memiliki akuntabilitas untuk melakukan sesuatu bagi mereka.
Dasar-dasar apa saja yang harus dimiliki fasilitator?
- Fasilitator sebaiknya memiliki ketrampilan bertanya,probing,paraphrase,mendengar,,menyimak,maupun observasi. Ada 2 peran penting yang dimainkan oleh seorang fasilitator, yaitu netral, baik terhadap substansi dan pihak, maupun sebagai pemandu proses. Kedua hal yang benar-benar baru dipahami oleh fasilitator. Sebagian besar fasilitator mengakui bahwa seringkali mereka sesungguhnya bertindak sebagai missionaries (karena membawa visi proyek tertentu), manipulator (membawa agenda-agenda proyek yang tak jarang bertentangan dengan pihak yang difasilitasi), penyuluh (memperkenalkan teknologi baru), maupun sebagai narasumber. Seringkali mereka tampil sebagai penasehat dan memberi tahu jalan keluar dari masyarakat yang didampingi.
Bertanya adalah ketrampilan dasar bagi fasilitator. Pentingnya kemampuan bertanya juga untuk menghindari fasilitator dari bahaya berasumsi. Fasilitator harus sadar dan selalu mengecek bahwa ia bertindak tidak berdasarkan asumsinya, namun berdasarkan fakta yangada.
Selain itu, ketrampilan menyimak juga ternyata menjadi hal yang tidak mudah dilakukan. Padahal dalam fasilitasi, menyimak secara empatik adalah kemestian. Melalui metode bola bicara (setiap orang baru –katakanlah si B- boleh mengeluarkan pendapatnya, setelah ia mengulangi atau melakukan parafrase dari pendapat orang sebelumnya –katakanlah si A-, itu pun sesudah A meyakini bahwa kalimatnya dipahami oleh B) peserta menyadari kelemahan dalam menyimak ini.
· Dalam pengambilan keputusan partisipatif, seringkali proses justru didorong untuk terbuka dan membingungkan.Ibarat permata berbentuk segi lima, proses fasilitasi multipihak akan mengawali dengan zona divergen, dimana setiap pihak diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berpendapat. Kemudian akan memasuki zona bingung (groan), pada saat inilah fasilitator dituntut kematangan dalam mengawal proses agar peserta tidak panik, jenuh dan melelahkan dan digiring ke zona konvergen. Dimana multipihak mampu mengerucutkan ide-ide menjadi gagasan inklusif yang diterima sebagai yang terbaik oleh seluruh pihak.
· Prinsip penting dalam pengambilan keputusan partisipatif adalah adanya pemahaman bersama, solusi inklusif, tanggungjawab bersama, dan partisipasi penuh
· Perlunya energizer untuk membantu menyegarkan proses fasilitasi.Energizer berperan tidak hanya untuk membangun semangat para pihak, tetapi juga berperan dalam membangun interaksi, memfokuskan pada masalah, kompetisi, permainan
Tips-tips teknik fasilitasi
Mengetahui siapa partisipan.
· Jangan pernah memulai proses tanpa Anda tahu siapa yang akan jadi partisipan.Perhatikan hal-hal yang menyangkut partisipan :
· mengapa mereka mau datang,apakah kemauan sendiri atau ada orang lain
· apa harapan dan keinginan yang akan mereka peroleh
· kenali latar belakang partisipan, seperti pendidikan, usia dll.
· Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan dalam pelatihan adalah Accelerated Learning Jayne Nichol yang dikenal dengan MASTER yang terdiri dari Motivating your mind (Memotivasi Pikiran: ABG =Apa Bagiku ada Gunanya?); Acquiring the information (Memperoleh informasi); Searching out the meaning (Menjaring Makna); Triggering the memory (Memicu Memori); Exhibiting what you know (Pamerkan yang Anda Tahu); dan Reflecting how you’ve learned (Merefleksikan Bagaimana Anda Belajar).
Kepercayaan diri
· Mempunyai kepercayaan diri, berpikir positif tentang apa yang akan dilakukan. Kenali diri Anda sepenuhnya.
· Bersikaplah apa adanya secara alamiah,jangan pernah mencoba gaya orang lain.
· Jangan merasa takut dan meminta maaf (bahwa Anda bukanlah seorang pembicara yang baik)atau pun memberikan kesan bahwa Anda tidak mampu bicara. Apabila pendengar tidak percaya dan tidak menginginkan Anda maka mereka bisa menolak.
Materi
· Siapkan materi sebaik mungkin sebab pengetahuan adalah suatu kekuatan. Siapkan modul, kurikulum pelatihan serta perlengkapan lain yang mendukung.
· Gunakan contoh-contoh konkret, pengalaman Anda, pengalaman partisipan yang bisa mnedukung dan membuat partisipan tergerak dan memberi perhatian . Gunakan kalimat yang menunjukkan kerendahan hati seperti …saya ingin membagi pengalaman saya…
Teknik berbicara
· Gunakan bahasa yang mudah dipahami partisipan. Jangan terlalu banyak menggunakan istilah asing karena bisa saja mereka tidak menghargai Anda.
· Buatlah suara menjadi hidup, bersemangat dengan intonasi dan kecepatan yang bervariasi kadang cepat-tinggi atau perlahan.
· Hindari kata yang berulang-ulang seperti dan, em, eeeh..
· Pada setiap kalimat yang diucapkan pergunakan waktu juda untuk berhenti sejenak supaya tidak terkesan terlalu cepat dan terburu-buru
Sikap tubuh
· Bersikaplah sopan, berdiri tegak, ditengah ruangan, pandanglah partisipan yang berada di hadapan Anda.
· Usahakan selalu melakukan kontak mata
· Jangan melakukan gerakan yang tidak perlu, hindari gerakan isyarat yang dibuat-buat.
· Perhatikan cara berpakaian karena hal ini menampilkan kepribadian Anda.
· Jangan berbicara ketika Anda sedang menulis.
Selamat mencoba, semoga sukses.